IDENTIFIKASI IKAN KERLING DI KEC. TANGSE KAB. PIDIE

Kategori : Perikanan Senin, 03 Juli 2017

Salah satu ikan lokal yang berpotensi untuk dikembangankan sebagai komoditas perikanan budidaya adalah Genus Tor yang dikenal dengan nama lokal sebagai ikan keureuling. Ikan ini termasuk ke dalam famili Cyprinidae atau ikan yang memiliki duri sirip lunak (Muchlisin, 2013). Genus Tor ini di Asia terdapat kurang lebih sekitar 20 spesies (Kiat, 2004) dan 4 (empat) diantaranya diperoleh di Indonesia yaitu Tor soro, Tor tambra, Tor douronensis dan Tor tambroides (Haryono 2006)

Perairan darat Aceh memiliki 3 spesies dari 4 spesies yang ada di Indonesia, yaitu Tor soro, Tor tambra, dan Tor tambroides (Muchlisin, et al., 2009) dan diduga spesies Tor douronensis juga terdapat di Perairan Tawar Aceh (Muchlisin, et al., 2014). Dari kesemua spesies tersebut yang paling banyak dan paling bernilai ekonomis adalah Tor tambra. Ikan jenis ini memiliki ukuran besar dan rasa daging yang gurih, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi baik pemasaran lokal (150.000,- / kg) maupuan pasar ekspor US$ 35 /kg. Hal ini menyebabkan Tor tambra menjadi target penangkapan nelayan. Ikan keureling memiliki ukuran terbesar yang hidup di perairan Aceh, dimana beratnya dapat mencapai 30 – 45 kg.
Namun dewasa ini jumlah produksi ikan spesies ini semakin menurun. Hal ini terlihat pada hasil tangkapan yang semakin menurun dengan ukuran tangkapan yang semakin kecil. Kondisi ini disebabkan oleh pola penangkapan yang tidak ramah lingkungan, dimana nelayan menggunakan setrum listrik dan racun. Sehingga tidak mengherankan saat ini Tor tambra menjadi spesies yang masuk daftar ikan yang hampir punah (IUCN, 1990).
Menurut Kottelat, et al (1993) and Singh (2007) Genus Tor terancam punah akibat over eksploitasi, pencemaran dan tekanan ekologi. Hal ini juga dinyatakan oleh Decamps (2011) bahwa sebagian besar spesies ikan air tawar terancam punah akibat penangkapan berlebih dan kerusakan habitat pada skala global.
Dengan demikian, untuk melindungi spesies ini dari kepunahan, maka diperlukan suatu upaya perlindungan dan konservasi habitatnya. Salah satu hal yang dapat dilakukan melalui pergeseran dari pola penangkapan menuju kegiatan budidaya. Namun sebelum upaya kegiatan budidaya tersebut dilakukan dibutuhkan kajian mengenai jumlah stok ikan keureuling di alam, reproduksi dan pengembangan teknologi pakan buatan yang sesuai. Informasi aspek biologi, kebiasaan makan, reproduksi, pertumbuhan merupakan hal yang penting dilakukan untuk mendukung program kegiatan budidaya ikan keureuling, sehingga dapat menunjang proses domestikasi spesies tersebut.

Laporan Identifikasi Ikan kerling di Kec. Tangse Kab. Pidie, selengkapnya silakan download

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32